Thursday, September 15, 2011

Hukuman Terindah


MAYA'


pada ilusimu yang tak jua lindap:
kubenihkan imajiku, kubiakkan andaianmu
seruncing gendewa setajam belati, cinta melesat menusuk tepat di hati

Kita di maya:
pada lajurnya kita bersua
membenih rasa di selaksa kisah
selaku kita di galaksi maya

Kaulah fantasi,
seterik hari
di riak puisi
bersemi cinta terhalang dimensi
--------------------------------------------------------------------


'Rabun Senja'


Apa ini warna?

Reduplah semua yang ada
tapi tidak tatapku pada cinta.
tak peduli kecantikan tak terindera:
hatiku berinfra,
rasaku bermata.

Kaburlah pandangku
atas apa yang melintas di hadapanku;
pun berkeruh jelaga di padang retinaku
semua semu, semu
di selaput mataku

: hanya ada lakuna yang tak nadir
juga cerah yang perlahan padam, menjelma kabut fatamorgana
di penghujung jalan.
-kerlingku tak lagi tajam mengintai segala lakumu

Apa ini warna?

Reduplah semua yang ada
tapi tidak tatapku pada cinta
tak peduli kecantikan tak terindera
hatiku berinfra,
rasaku bermata.
---------------------------------------------------------

R-O-I-M J-U-M-E-Y


R-abalah rasa jamahlah cinta,
bukan indah raga;
tulus dan apa adanya. karna ketulusan adalah:
O-ase kita tatkala gersang menggarang

I-ni lah aku dengan segala kekuranganku.
M-aharku kasih nan merah,
meranum di pucuk gelisah
karna letup gairah.

J-angan lukukan batu,
biarlah tergerus seraya maunya waktu:
jangan ragukan cintaku,
biarlah terendus yang tulus hanya padamu


U-ntukmu, Nirwanaku:


M-erajalah slalu di benakku
E-lus resah dalam kalbu
Y-ang bersemayam sedari dulu. Aku padamu
-----------------------------------------------------------------

Juwita


Kuenduskan puspamu
kala ilusi melarut kedalam cair purnama
Sementara asa menjenazah,
diretas jiwa yang kian resah
adakah kelakar kita membahana,
pestaka mana yang mampu menuah

Juwita, kumemalar adamu
atas janji-janji yang teduh
kujemputmu kealam nalarku

Tiadakan ingkar raungan nadar
dinaasku, engkaulah penyemangat
udara didalam pengap
Sampai nanti, malam tak ada lagi
-----------------------------------------------------------


Menjengukmu


Teruntaikan embun direrumputan taman
terselitkan nadar disembarang latar
Zaman, boleh ia melumat usiaku
Tapi aku, tiadakan henti menjengukmu
dari waktu ke waktu

No comments:

Post a Comment